Teroris!

Wikipedia, ensiklopedia online terbesar di dunia maya, menyebut kata teroris sebagai kata yang belum disepakati artinya secara bersama. Dalam terminologi modern, kata teroris berarti sebuah kekerasan yang menyerang komunitas sipil demi tercapainya sebuah tujuan politik, ideologi, bahkan agama. Caranya, dengan melahirkan ketakutan dari kekerasan yang dihasilkan.
Beberapa waktu lalu, di Palembang, Sumatera Selatan, Kepolisian dengan unit Densus 88 anti teroris, menangkap delapan orang yang diduga sebagai teroris.
Polisi menerangkan, delapan orang tersebut adalah jaringan dari Noordin M. Top dan Mas Selamat Kastari. Keterangan lainnya, polisi menemukan 20 bom, 16 di antaranya siap diledakkan.
Tentu saja, jika benar, aparat keamanan memiliki hak untuk menegakkan dan menjaga keamanan. Tapi pertanyaannya adalah, sejauh mana hak yang dimiliki aparat keamanan mampu diverifikasi dengan transparan?.
Dalam penegakan hukum, terutama kasus terorisme, setidaknya ada tiga tekanan yang harus dijawab oleh kepolisian. Pertama, tentang independensi. Sejauh mana, polisi mampu meyakinkan masyarakat, dalam hal ini umat Islam yang sering menjadi sasaran kata terorisme, bahwa barisan Bhayangkara mampu menjaga independensinya. Tanpa agenda titipan, tanpa target pesanan. Kedua, tentang transparansi. Masyarakat, melalui wakil rakyat dan media yang betul-betul memegang amanat, harus mampu mengontrol polisi untuk menjelaskan dengan akurat. Jika tidak, aksi kriminal terorisme akan menjadi rangkaian konspirasi yang tak pernah berhenti. Ketiga, polisi harus mampu menjaga substansi aksi. Tujuan utamanya adalah, memberikan keamanan dan ketertiban pada masyarakat umum yang harus dilindungi.
Tanpa ketiga hal di atas, polisi dikhawatirkan akan menjadi bentuk teror bagi kelompok masyarakat tertentu. Independensi, transparansi dan substansilah yang menjaga agar polisi tidak menjadi teror baru dengan tujuan politik tertentu!(dikutip dari: Sabili no. 1 th.XVI 21 Rajab 1429)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: