"DUGEM"(Dakwah Untuk GEnerasi Muda) : Jatuh Cinta

Assalamu’alaikum wr. wb

Hi semua, syukur Alhamdulillah akhirnya kita dapat bertemu kembali di “DUGEM” edisi kali ini. Pada edisi kali ini kita akan membahas tentang jatuh cinta. Dari pada membuang-buang waktu langsung saja kita mulai “DUGEM” kali ini. Check this out !!!.
Jatuh cinta, kalian semua pasti sudah sering mendengar kata ini, atau malahan sudah pernah merasakan bagaimana jatuh cinta itu. Semua orang pasti merasakan jatuh cinta, kalau ada yang mengaku tidak pernah jatuh cinta, pasti orang itu tidak normal. Dari berbagai orang, pasti berbeda-beda dalam mengekspresikan cintanya. Ada yang langsung blak-blakan bilangnya, ada yang suka melihat si dia dari kejauhan, atau malah ada yang memendamnya dalam hati.
Sebenarnya, rasa cinta naluriah. Sudah built-in saat manusia diciptakan oleh Allah Swt. Seperti dalam salah satu firman-Nya, yaitu “Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu wanita-wanita, anak-anak,” (QS Ali Imraan [3] : 14). Tapi, walau rasa cinta itu naluriah, kita harus mengikuti aturan dalam mengekspresikannya.
Banyak remaja yang mengekspresikannya dengan cara 3J (jabat tangan, janjian, terus jadian). Tapi, apakah ini benar cara pengekspresiannya ?. Selain itu, ada juga para remaja yang mengekspresikan cintanya dengan cara berpacaran yang mereka sebut “pacaran islami”, sebagai pembenaran atas aktivitas mereka. Padahal mana ada pacaran yang islami, Allah juga berfirman bahwa ” Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk”(QS Al Israa’ [17]:32). Mendekati saja tidak boleh, apalagi berbuat.
So, cinta itu datangnya tidak diduga, tanpa memandang umur, status, tempat, etc. Jatuh cinta itu wajar, tapi kita juga harus punya aturan dalam pengekspresiannya. Ingat itu baik-baik.
Manusia lahir membawa tiga potensi yaitu jasmani, naluri, dan akal. Jatuh cinta adalah perwujudan dari naluri seksual. Takut adalah pemenuhan naluri mengagungkan sesuatu, jadi apapun aktivitasnya, pasti merupakan pemenuhan dari kebutuhan jasmani atau naluri.
Selain itu, hewan juga punya potensi jasmani dan naluri seperti manusia. Lalu apa bedanya manusi dengan hewan. Bedanya, manusia diberi satu potensi yang tidak dipunyai hewan. Potensi itu adalah akal.
Biar kita beda dengan binatang, mari kita manfaatkan potensi yang membedakan manusia dengan hewan. Kalau hewan memenuhi kebutuhan jasmani dan nalurinya tanpa berpikir, maka kita harus memenuhi naluri dan kebutuhan jasmani kita dengan berpikir. Ketika rasa cinta muncul, maka kita memenuhinya dengan menjadikannya pacar, atau sekedar teman tapi mesra, atau malahan hubungan tanpa status. Apalah namanya, tapi kita memenuhi naluri itu tanpa memikirkan halal haram, pahala-dosa, surga neraka, lalu apa bedanya kita dengan binatan ???.(sumber: Seven Mind edisi 11 dengan beberapa perubahan).

Sori ya, pada “DUGEM” kali ini banyak pertanyaan yang tidak disediakan jawabannya. Coz, kan kalian adalah makhluk yang berakal, pasti kalian bisa menjawab pertanyaan itu.

Wassalamu’alaikum wr.wb

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: