PERANG UHUD


Dari Anas bin Malik ra katanya: Rasulullah saaw pernah bersabda, “Sesungguhnya Bukit Uhud adalah bukit yang mencintai kita dan kita juga memang mencintainya.” [HR. Bukhari, Muslim, At-Tarmidzi]

Kekalahan di Badar membuat orang Makkah semakin berkeinginan untuk menghancurkan masyarakat Muslim Madinah. Mereka kembali lagi pada tahun 5 Hijriah dengan 3 ribu pasukan bersenjata lengkap. Kali ini mereka berhadapan dengan 700 muslim di kaki gunung Uhud, di luar Madinah.

Rasulullah menempatkan beberapa kelompok pasukan pemanah di atas bukit untuk melindungi pasukan yang bertempur di bawah. Beliau saaw berpesan kepada mereka agar jangan turun sebelum diperintahkan oleh Rasulullah walau apa pun yang terjadi.

Dan (ingatlah), ketika kamu berangkat pada pagi hari dari (rumah) keluargamu akan menempatkan para mu’min pada beberapa tempat untuk berperang. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. [QS. 3:121]

Dengan strategi ini, pasukan Makkah berhasil dipukul mundur. Melihat akan hal ini, pasukan pemanah ingin segera turun untuk mengambil ghanimah. Maka mereka terpecah. Sebagian tetap bertahan di atas bukit sesuai perintah Rasul, dan sebagian lagi tidak mempedulikan perintah Rasul dan turun dari bukit. Ketika mereka sibuk dengan ghanimah (harta rampasan perang), pasukan Makkah yang mengetahui lemahnya pertahanan muslimin, kembali menyerang. Timbul kepanikan di kalangan pasukan muslimin yang membuat kemenangan itu hampir berbalik menjadi kekalahan. Rasulullah memanggil-manggil mereka agar tenang dan kembali ke pos masing-masing.

(Ingatlah) ketika kamu lari dan tidak menoleh kepada seseorangpun, sedang Rasul yang berada di antara kawan-kawanmu yang lain memanggil kamu, karena itu Allah menimpakan atas kamu kesedihan atas kesedihan, supaya kamu jangan bersedih hati terhadap apa yang luput daripada kamu dan terhadap apa yang menimpa kamu. Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. [QS. 3:153]

Tujuh puluh pasukan muslim gugur dan Rasulullah pun terluka. Disebabkan dahsyatnya pertempuran, dan mereka tidak mengetahui keadaan Rasul, mereka berfikir bahwa Rasulullah telah wafat. Sebagian orang yang mengira beliau telah wafat pun ada yang menjadi murtad, tidak beriman lagi.

Muhammad itu tidak lain hanyalah seorang rasul, sungguh telah berlalu sebelumnya beberapa orang rasul. Apakah jika dia wafat atau dibunuh kamu berbalik ke belakang (murtad)? Barangsiapa yang berbalik ke belakang, maka ia tidak dapat mendatangkan mudharat kepada Allah sedikitpun; dan Allah akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur. [QS. 3:144]

Bukhari meriwayatkan dari Sahl bin Sa’ad ra katanya: Sesungguhnya beliau telah ditanya mengenai luka yang dialami oleh Rasulullah saw dalam peperangan Uhud dan katanya: Muka Rasulullah saw terluka, gigi hadapan baginda patah dan baginda terluka di bahagian kepala. Maka Fatimah puteri Rasulullah saaw yang membersihkan darah. Sementara itu Ali bin Abu Thalib menuangkan darah tersebut ke dalam sebuah bekas. Ketika Fathimah membasuhnya dengan air, ternyata darah semakin banyak keluar, lalu beliau mengambil sebidang tikar dan membakarnya sehingga menjadi abu. Kemudian Fathimah meletakkan abu tersebut pada luka baginda sehingga darah tidak lagi keluar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: