Yahudi Zionis Bangun Museum di Atas Makam Sahabat Rasul Allah SAW


YERUSSALEM (Suaramedia) � Pengadilan Negeri Israel menyetujui perizinan pembangunan museum Yahudi di atas tanah pemakaman beberapa sahabat Rasulullah (berkat dan rahmat atasnya) di kawasan Al-Quds. Hal ini tentu saja menyulut api kontroversi, terutama dari kalangan Muslim.

�Israel telah mengibarkan bendera perang terhadap Muslim dan Arab di seluruh dunia�, Sheikh Raed Salah, pemimpin pergerakan Islam di Israel, berkata dalam konferensi pers pada Kamis, 30 Oktober. Seorang pemimpin sahabat Rasulullah dimakamkan di tanah tersebut.

Syekh Salah mengatakan ribuan Muslim telah dimakamkan di tanah tersebut, diperkirakan jumlahnya mencapai 70.000 hingga tahun 1948.

Pada Rabu 29 Oktober, Pengadilan Tinggi Negeri Israel menolak banding dua kelompok Muslim untuk membatalkan pembangunan museum Yahudi di atas tanah pemakaman Islam di pusat Al-Quds.

Pengadilan mengemukakan bahwa tanah tersebut telah menjadi sarana umum sejak Dinas Kota menjadikan sebagian kecil pemakaman sebagai tempat parker pada 1960an.

Mereka juga mengatakan proposal yang diajukan oleh perencana museum untuk mengubur tulang belulang atau menutupi pemakaman yang ada, dapat menyelesaikan masalah.

Pengadilan mengungkapkan pembangunan museum yang sempat dihentikan pada 2006 setelah ditemukannya sisa-sisa mayat, akan secepatnya dilanjutkan.

Seorang Ulama Al-Quds, Sheikh Mohammed Hussein, berkata bahwa keputusan tersebut telah merusak salah satu tempat bersejarah umat Muslim.

Dia menggambarkan pembangunan museum senilai $ 250 juta tersebut sebagai bentuk serangan kelompok Yahudi Los Angeles.

Syeikh Salah menyerukan kepada umat Muslim di seluruh dunia agar ambil bagian dalam menghentikan pembangunan di atas tanah pemakaman.

�Kami telah menyebarkan pesan ke kelompok-kelompok Arab dan organisasi konferensi Islam untuk menghentikan �kejahatan� ini!�.

Pemimpin Muslim menganggap keputusan pengadilan sebagai bagian dari kebijakan Israel untuk menyebarkan ajaran Yahudi ke seluruh Al-Quds.

�Namun kami tetap akan memertahankan hak-hak kami sekuat tenaga�

Israel menguasai Al-Quds dalam perang tahun 1967 dan mendiaminya, dalam sebuah gerakan yang tidak diketahui komunitas internasional.

Kota tersebut adalah tempat Masjid Al-Aqsa berada, tempat suci ketiga umat Muslim dan merupakan Kiblat yang pertama.

Al-Quda juga merupakan rumah bagi beberapa tempat suci Nasrani. Termasuk Gereja Yerussalem dan Gereja Ortodok Roma.

Archmandrite Atallah Hanna juga merasa terhina oleh putusan Pengadilan.

�Ini adalah bentuk nyata perampasan!�, dia mengatakan dalam konferensi pers yang sama.

Kependetaan Nasrani membentuk persatuan Muslim dan NAsrani Palestina untuk menghadapi serangan Israel.

�Kami saling bahu membahu dalam barisan yang sama�. dikutip oleh Suara Media

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: